<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d19090353\x26blogName\x3dLoving+Moms\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dLIGHT\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://lovingmom.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://lovingmom.blogspot.com/\x26vt\x3d-3129189454942179606', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Loving Moms

10 ways to build your 2-year-old's self-esteem * Cemilan - Cemplung Ikan * All About Bad Babysitter

6 Cara Mengajarkan Kesabaran Pada Anak


Belajar untuk menunggu sebelum gilirannya tiba, merupakan unsur penting dalam melatih kesabaran. Berikut sejumlah strategi untuk membangun kemampuan tersebut.

1. Jadi contoh
Jangan lupa, anak selalu belajar dari Anda! Jadi berhati-hatilah terhadap kata-kata, ucapan, juga bahasa tubuh yang Anda gunakan ketika harus menunggu sesuatu. Sebagai ganti memperlihatkan kekesalan, mengumpat, ngomel ketika menghadapi kemacetan lalu lintas, cobalah bersikap santai. Dengan mengganti saluran radio, atau menukar CD misalnya. Kalau Anda bersikap tak sabaran, semisal membunyikan klakson atau memperlihatkan keresahan, anak akan meniru Anda.

2. Refleksi pendengaran
Anak-anak tidak membutuhkan katak-kata untuk mengeluarkan apa yang dirasakannya. Meski begitu, Anda dapat membantunya mengeluarkan emosinya. Misalnya, pada waktu hars mengantre di kasir untuk membayar dan antrannya panjang. Katakan padanya, "Ibu tahu, rasanya berat sekali untuk menunggu, memakan waktu lama. Tapi kamu hebat bisa mengerjakan sesuatu yang penting, yaitu menunggu." Jika Anda memujinya sebagai anak yang kuat dan hebat, maka dengan sendirinya dia akan mencoba yang lebih kuat lagi.

3. Rasional
Meminta anak balita untuk menunggu waktu makan selama 1 jam, tentu saja terlalu lama dan melewati batas kemampuan anak. Jika Anda menunggu pesanan makan di restoran, mintalah pada pelayan untuk menyediakan roti atau biskuit begitu Anda duduk dan mengorder makanan. Sambil menunggu makanan datang berilah anak buku atau mainan agar dia tetap disibukkan oleh sesuatu.

4. Kembangkan kiat
Bantu anak untuk mengembangkan strategi menunggu. Jika harus menunggu, terangkan padanya apa yang harus dilakukan untuk menghabiskan waktu. Misalnya, "Apa ya, yang sebaiknya kita lakukan selama menunggu? Nyanyi sama-sama atau baca buku?" Dengan menyodorkan berbagai pilihan, anak akan terbiasa untuk mencari kegiatan di saat ia harus menunggu sesuatu.

5. Gunakan Timer
Pakailah timer untuk menolong anak membayangkan konsep menunggu. Jika anak merengek meminta sesuatu, misalnya minta dibacakan sebuah cerita, tetapi Anda sedang sibuk mengerjakan sesuatu yang harus diselesaikan, ambil alat perebus telur yang menggunakan timer. Atur waktu untuk 5 menit dan katakan padanya "Perhatikan alat ini, kalau alatnya berbunyi, ibu akan berhenti bekerja dan membacakan cerita untukmu."

6. Sejak balita
Salah satu hal yang sangat berharga, nyata, dan sebaiknya diterapkan sebelum anak masuk ke kelompok bermain adalah belajar menunggu dan menguasai dirinya. Dua dasar ini sangat penting untuk sekolahnya kelak. Jika anak tidak belajar keterampilan ini, saat masuk sekolah, sifat ketidaksabarannya dapat mengakibatkan tanggapan negatif dari guru dan teman-temannya yang akan menyulitkan dirinya kelak. (Nova)

Sumber: Kompas.com

Posted by Sheila

0 Comments:

Post a Comment

<< Home