<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d19090353\x26blogName\x3dLoving+Moms\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dLIGHT\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://lovingmom.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://lovingmom.blogspot.com/\x26vt\x3d-3129189454942179606', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Loving Moms

10 ways to build your 2-year-old's self-esteem * Cemilan - Cemplung Ikan * All About Bad Babysitter

13 Rahasia Hamil Bebas Stres


Kehamilan adalah masa yang indah yang seharusnya Anda nikmati sepenuh jiwa raga. Bila Anda happy saat hamil, si janin pun akan memperoleh pengaruh positifnya.


Bila berbagai perasaan negatif seperti cemas, takut dan rasa tak menentu mengganggu Anda dalam masa hamil, Anda perlu tahu bagaimana cara mengatasinya. Kemampuan Anda mengatasi stres saat hamil akan memberi dampak positif bagi bayi yang akan dilahirkan. Bila Anda termasuk calon ibu yang kurang bisa menikmati kehamilan Anda, cobalah kiat-kiat berikut ini.

1. Curhat dengan teman
Berbagi rasa dengan teman-teman dekat, khususnya yang sudah memiliki
anak, bisa jadi salah satu cara yang cukup ampuh dalam menghalau rasa
tidak nyaman. Bisa juga Anda sharing atau curhat dengan anggota keluarga
dan kerabat dekat. Semua saran dan nasihat bisa jadi tambahan
"perbekalan" ilmu yang pasti bermanfaat bagi Anda. Walau begitu, orang
yang paling tepat dan paling banyak dapat membantu meringankan beban
perasaan Anda sebenarnya adalah pasangan Anda!

2. Tutup kuping pada cerita seram
Hindari orang-orang yang punya pengalaman melahirkan yang "mengerikan",
seperti pedihnya sayatan episiotomi (perobekan bagian antara lubang
vagina dan anus-red.) atau luka sayatan operasi caesar. Terus terang ,
kaum wanita biasanya senang bercerita tentang itu. Jadi, bila lawan
bicara Anda melakukan hal tersebut, segera cut si pencerita dengan
sopan. Cerita-cerita seperti itu hanya akan menambah rasa takut,
khawatir, dan cemas Anda. Bahkan, bukan tidak mungkin Anda malah jadi
stres berkepanjangan selama hamil.

3. Libatkan pasangan
Jangan segan mengajak serta pasangan untuk terlibat langsung dalam
berbagai persiapan menyambut kedatangan si kecil. Misalnya, mengantarkan
Anda ke dokter kandungan untuk pemeriksaan rutin. Dengan cara ini,
kedekatan emosi antara Anda pasangan, dan juga si kecil bisa terjalin.
Kekompakan Anda dan pasangan sebagai suatu tim yang solid akan
mempermudah proses persalinan Anda kelak.

4. Belajar dan berlatih teknik relaksasi
Menurut Alice D. Domar, Ph.D, Direktur Mind/Body Center for Women's
Health di Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, Amerika Serikat,
hormon stres yang dikeluarkan oleh tubuh ibu hamil yang tegang, cemas,
dan khawatir berlebihan dapat masuk ke dalam plasenta. Akibatnya, bayi
bisa ikut-ikutan merasakannya. Ketenangan hati dan pikiran selama masa
kehamilan memang perlu, bahkan dapat membantu kelancaran proses
persalinan nantinya.

Cobalah belajar dan berlatih teknik-teknik relaksasi. Salah satu caranya
adalah, dengan menarik napas panjang secara perlahan-lahan dan dalam.
Tahan sebentar, lalu hembuskan lagi. Jangan lupa, berusahalah untuk
tetap rileks!

5. Rutin berolahraga
Melakukan olahraga secara rutin (sesuai dengan kondisi tubuh)
dapat membantu mengurangi stres. Apalagi, ada nilai plusnya bila Anda
rajin berolahraga. Tubuh jadi sehat dan bugar.

Bila sebelum hamil Anda sudah terbiasa berolahraga secara rutin,
teruskan kebiasaan baik tersebut. Lakukan sesuai kondisi tubuh dan
kehamilan Anda. Namun, kalau sebelumnya Anda jarang atau tidak biasa
berolahraga, mulailah dengan porsi yang ringan dulu. Secara bertahap,
barulah ditambah porsi dan juga frekuensi latihannya. Ada baiknya, Anda
berkonsultasi dulu dengan dokter Anda, sehingga ditentukan jenis
olahraga, porsi dan frekuensi latihan yang paling pas untuk Anda.

6. Pelajari "ilmu" perawatan bayi
Mulailah belajar dan memperkaya wawasan Anda seputar seluk-beluk
perawatan bayi baru lahir. Informasi tersebut bisa dengan mudah
diperoleh dari TV, radio, buku, majalah, internet, maupun VCD. Belilah
sedikitnya 1 atau 2 buku tentang dasar-dasar perawatan bayi, yang
menguraikan berbagai persiapan sebelum persalinan, perawatan bayi di
rumah sakit, hingga perawatan selanjutnya di rumah.

7. Pahami hak cuti hamil dan melahirkan
Bagi ibu hamil yang bekerja, sisihkan waktu untuk mempelajari hak cuti
hamil dan melahirkan yang berlaku di tempat kerja. Bila perlu, buatlah
janji dengan Kepala Bagian Personalia untuk membicarakan hak Anda ini.
Sebaiknya, persiapan ini dimulai sejak trimester ke-1 atau ke-2.

8. Siapkan budget
Sejak dinyatakan positif hamil, sebaiknya Anda mulai merencanakan dan
mengatur keuangan untuk biaya persalinan serta berbagai keperluan lain
dalam menyambut kedatangan si kecil. Bahkan, tak ada salahnya bila Anda
dan pasangan menyiapkan dana ekstra untuk mengantisipasi kondisi dan
pengeluaran tak terduga. Misalnya, semula Anda berencana untuk menjalani
persalinan normal. Namun, karena sungsang, mungkin saja bayi Anda harus
dilahirkan via operasi Caesar, yang tentu memerlukan biaya yang jauh
lebih besar.

9. Pilih-pilih tempat bersalin
Sejak trimester ke-1, mulailah "belanja" informasi tentang rumah sakit
bersalin. Misalnya, dari teman, kerabat, brosur, dan lain-lain. Dalam
proses memilah-milih ini, selalu libatkan pasangan.

Sebaiknya, pilih tempat bersalin yang dapat memberikan fasilitas
pelayanan sesuai keinginan dan harapan Anda berdua. Tentu saja, sesuai
kocek Anda juga! Pertimbangkan pula untuk memilih tempat bersalin yang
menyediakan fasilitas rooming in. Bukankah Anda sudah tak sabar untuk
berdekatan dengan si buah hati?

Setelah menentukan pilihan, segera daftarkan diri. Jangan menunda-nunda
hingga akhirnya terlalu dekat dengan hari-H. Bisa-bisa Anda tidak
mendapat tempat yang paling oke!

10. Belilah berbagai keperluan bayi
Persiapan yang satu ini memang sangat mengasyikkan. Bahkan, akan membuat
Anda berdua melupakan sejenak rasa khawatir maupun cemas. Jadi,
nikmatilah saat-saat berbelanja berdua saja dengan pasangan.

Sebaiknya, buatlah daftar barang-barang keperluan pokok yang harus
dibeli, seperti popok, baju, selimut, boks, baby tafel, serta stroller.
Daftar ini akan membuat "acara" belanja Anda jadi efektif dan efisien.
Sebab, Anda hanya membeli barang-barang yang benar-benar dibutuhkan. Kok
begitu? Begitu masuk ke dalam toko perlengkapan bayi, seringkali Anda
langsung "panik", sebab ingin membeli semua barang yang ada. Akibatnya,
pengeluaran jadi berlipat ganda.

11. Cari informasi tentang dokter anak
Setelah si kecil hadir, Anda berdua akan dihadapkan dengan sederet
masalah baru yang menantang. Bukan hanya tetek bengek seputar perawatan
bayi, tapi juga masalah seputar kesehatannya. Si kecil memang masih
sangat rentan terhadap serangan berbagai jenis penyakit. Karena itu,
mulailah cari informasi tentang dokter anak yang berpredikat "baik"
dalam memberi fasilitas pelayanan. Ini termasuk juga "baik" dalam
berkomunikasi dengan pasien ketika menjelaskan kesehatan bayi.

Dokter anak pilihan Anda ini nantinya akan memberikan paket imunisasi
dan vaksinasi yang wajib diberikan pada si kecil agar terhindar dari
serangan penyakit selama tahun-tahun pertamanya. Juga, dialah yang akan
membantu Anda dalam menangani masalah kesehatan si kecil kelak. Jadi,
jangan sampai salah pilih!

12. Isi lemari es sebelum hari-H
Selama hari-hari pertama dan juga bulan-bulan pertama bersama si kecil,
besar kemungkinan Anda tidak punya waktu dan juga kesempatan untuk
belanja keperluan sehari-hari dengan leluasa. Hari-hari Anda hanya akan
dipenuhi dengan segala macam urusan perawatan si kecil. Jadi, lebih baik
Anda sudah mengisi lemari es dengan persediaan makanan maupun minuman
sejak jauh-jauh. Begitu ingin sesuatu, Anda tinggal buka lemari es.
Praktis, bukan?

13. Siapkan koper Anda!
Memasuki trimester ke-3, Anda sudah bisa mulai
menyiapkan tas atau koper untuk dibawa ke rumah sakit. Siapkan barang
keperluan untuk bayi, Anda sendiri, dan jangan lupa pasangan! Sebab,
pasangan akan terus menerus mendampingi Anda menjelang, selama, dan usai
persalinan. Jadi, dia juga butuh perlengkapan untuk bermalam.

Dengan persiapan dan rencana yang sangat matang, sebenarnya tak ada
alasan lagi bagi Anda untuk cemas, takut, maupun khawatir berlebihan.
So, just enjoy your pregnancy!


Support dari Pasangan

Dari buku " Throwaway Dads" karangan Ross D. Parke dan
Armin A. Brott, ada 7 hal yang dilakukan pasangan untuk membantu si ibu
hamil agar enjoy dengan kehamilannya.

. Lihat dari "kacamata" sang ibu hamil . Ya, wanita, termasuk ibu hamil
memang cenderung "melihat" apa yang dikerjakan pasangannya dari sudut
pandang kepentingannya. Dan ini seringkali membuat para suami jadi
"serba salah." Untuk itu, bagi para calon ayah, coba lakukan segala
sesuatu dari "kacamata" kepentingan sang istri. Misalnya, saat istri
sedang buruk mood nya, berusahalah untuk melihat itu sebagai efek dari
kehamilannya, bukan sifat aslinya.

. Sesuaikan "standar" Anda! Pria dan wanita memang ibarat planet Mars
dan Venus. Banyak sekali perbedaannya! Cobalah untuk menyesuaikan diri
dengan standar yang digunakan oleh sang istri. Misalnya, dalam memilih
perlengkapan bayi yang akan dibeli.

. Anda adalah partner, bukan sekadar "dewa penolong." Berikan pandangan
Anda sebagai masukan bagi sang istri pada saat Anda berdua berdiskusi
untuk mengambil sebuah keputusan. Anda adalah partner yang diharapkan
dapat menjadi tempat berbagi dalam berbagai hal. Karena itu Anda juga
perlu membekali diri dengan info-info seputar kehamilan.

. Berikan pujian dan dukungan. Meski sekadar pujian yang tulus dari
Anda kepada sang istri yang sedang hamil, akan membuatnya merasa
dihargai. Juga, dia pun akan menjadi "kuat" secara mental untuk
menghadapi berbagai hal maupun "rasa tidak nyaman" yang dialaminya
selama masa kehamilan.

. Siap sedia setiap saat. Bersiaplah setiap saat untuk "turun tangan"
ketika sang istri tersayang membuntuhkan bantuan Anda. Walau pun mungkin
bantuan yang dibuthkan hanya sekadar memijat pundak atau mengusap-usap
punggungnya.

. Istri Anda tak mampu melakukannya semua sendiri. Dia membutuhkan Anda
sebagai pasangan, untuk berbagi apa pun yang dirasakannya. Baik
kegembiraan maupun 1001 macam gejolak perasaannya.

. Berbagi "tugas". Nggak salah kok, untuk berbagi tugas dengan istri
Anda, termasuk tugas "kerumahtanggaan" alias "urusan dalam negeri."
Misalnya, Anda bisa saja sesekali menyiapkan menu makan siang sekaligus
menata meja makan. Atau, Anda mungkin diam-diam punya bakat memasak?
Inilah saat yang tepat bagi Anda untuk "unjuk gigi" kebolehan Anda.

Posted by Rarry Nugraheni

0 Comments:

Post a Comment

<< Home