<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d19090353\x26blogName\x3dLoving+Moms\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dLIGHT\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://lovingmom.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://lovingmom.blogspot.com/\x26vt\x3d-3129189454942179606', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Loving Moms

10 ways to build your 2-year-old's self-esteem * Cemilan - Cemplung Ikan * All About Bad Babysitter

Independent Play

Jangan merasa bersalah untuk sesekali membiarkan bayi bermain sendiri. Hal ini selain baik untuk orang tua (lumayan bisa istirahat dikit atau ngerjain kerjaan lain), juga sangat baik bagi perkembangan bayi. Bayi belajar untuk menjadi percaya diri, kreatif, sabar, mandiri, dan banyak lagi hal positif lainnya.
Yang perlu diingat adalah menyeimbangkan waktu antara bermain sendiri dan bersama.

HOW ?

• Sabar, proses ini tidak akan terjadi dalam waktu semalam
• Bermain cilukba atau tak umpet (tapi ngumpetnya jangan lama2 atau jauh), sampai dia mengerti bahwa walaupun dia tidak bisa melihat mama, tapi mama pasti kembali.
• Jangan kabur dari satu ruangan saat dia tidak melihat. Ini akan menimbulkan ketakutan, sehingga bayi akan berusaha ngintil terus.
• Bermain di lantai bersama bayi, buat dia asyik dengan mainannya. Lalu menjauhlah sedikit demi sedikit. Tapi tetap beri perhatian penuh dan kontak mata dengan bayi. Setelah beberapa lama, bayi akan membiarkan kita melakukan aktivitas lain selama kita tetap berada adalam satu ruangan.
• Ciptakan dan patuhi rutinitas harian yang mencantumkan waktu bermain sendiri. Misal, saat mama masak, atau cuci piring. Rutinitas akan membuat bayi merasa aman.
• Ciptakan waktu khusus bermain dengan bayi, dan pastikan dia mendapatkan perhatian mama 100persen. Set the timer dan bilang sama dia ‘Ok. Ayo kita main setegah jam. Tapi kalau timer berbunyi, mama harus nyiapin makan malam. ‘
• Biarkan bayi memilih mainan/cara bermainnya sendiri.
• Saat bayi mulai mau main sendiri, tetap perhatikan dia. Datangi dia dan peluk atau bicara dengan dia SEBELUM dia meminta perhatian anda. Jangan pakai sistem aji mumpung, mumpung dia lagi diem gue bisa ngapain aja. Kalau bayi keburu nangis, jangan panik. Tetap lah bersikap tenang dan santai, sehingga dia akan mengikuti sikap tenang dan santai mama. (kalau mama cengeng, yah bayinya cengeng juga, makanya jangan cengeng yah ibu2…)
• Jika bayi mulai berinisiatif bermain sendiri, biarkan
• Jangan paksa anak saat dia lagi rewel dan pengin ngintil. Ini akan mengakibatkan anak merasa helpless. Beri dia pelukan extra dan bujuk dia dengan permainan atau aktivitas menyenangkan. Begitu dia mulai asyik, mama bisa menjauh sedikit2 (tapi jangan kabur ! ! !)
• Siapkan area bermain yang aman dengan mainan yang mudah dijangkau. Tapi ingat, sekotak besar mainan bia memusingkan dia ! Lebih baik jejerkan beberapa mainan di sekeliling area bermain, supaya dia bisa memilih sendiri.
• Pastikan rumah aman dan childproof
• Ajak bayi dalam aktivitas keseharian, misal melap meja, memvacuum, dsb

Posted by Fanny Hartanti Cleymans

0 Comments:

Post a Comment

<< Home